Thumbnail for Optimasi Rute Pedagang Keliling untuk Meningkatkan Penjualan dan Efisiensi

GISACT25 Maret 2026

Optimasi Rute Pedagang Keliling untuk Meningkatkan Penjualan dan Efisiensi

BlogSosialGeoIntelligence

Berdasarkan ASEAN Investment Report Tahun 2022, jumlah Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro (UMKM) di Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara, yaitu mencapai 65,46 juta unit pada tahun 2021. Dari jumlah tersebut, Pedagang Kaki Lima (PKL) menjadi salah satu bentuk usaha yang dominan, dengan jumlah mencapai 25,8 juta unit dan memiliki potensi yang besar dalam mendorong perekonomian masyarakat (Diskominfo Jateng, 2018).

Kondisi dan Tantangan yang dialami oleh UMKM di Indonesia

Tabel Jumlah UMKM di Asia Tenggara Tahun 2021
Tabel Jumlah UMKM di Asia Tenggara Tahun 2021

Namun, banyak PKL yang mengalami permasalahan dalam menjalankan usahanya, seperti faktor cuaca yang tidak menentu, persaingan antar pedagang, barang dagangan yang tidak laku, yang kemudian mengakibatkan pendapatan yang tidak stabil (Setiaji, dkk., 2023). Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pedagang umumnya melakukan strategi untuk menjaga kualitas produk, menyediakan produk yang variatif, menentukan harga yang kompetitif, serta memilih lokasi berjualan yang strategis (Ardina, dkk., 2024).

Dalam praktiknya, PKL menentukan lokasi berjualan yang strategis dengan mempertimbangkan variasi kegiatan di sekitar lokasi, waktu penjualan yang menyesuaikan dengan ritme pembeli, serta tingkat keramaian di suatu tempat (Widjajanti, dkk., 2019). Ketika melakukan analisis lapangan, diketahui bahwa parameter waktu berkaitan dengan keberadaan pembeli, dengan kata lain bila penjual tidak berada pada waktu yang tepat maka pembeli akan pergi dan pendapatan yang diperoleh menjadi fluktuatif. Oleh karena itu, penentuan lokasi dan rute penjualan yang optimal berdasarkan riwayat waktu dan lokasi pembeli dapat menjadi salah satu pendekatan yang relevan untuk meningkatkan efisiensi penjualan.

Solusi Berbasis GeoIntelligence untuk Efisiensi Rute Penjualan

Untuk menjawab permasalahan tersebut, Tim GISACT Social Project melakukan analisis lokasi pembeli dan rute penjualan berdasarkan aspek spasial dan temporal waktu menggunakan pendekatan GeoIntelligence. Kegiatan ini melibatkan seorang pedagang keliling roti di Kota Bandung, yang mengalami fluktuasi pendapatan akibat keterbatasan akses terhadap informasi lokasi strategis.

Dokumentasi Kegiatan Tim GISACT Social Project bersama dengan Pedagang Keliling
Dokumentasi Kegiatan Tim GISACT Social Project bersama dengan Pedagang Keliling

Proses pengumpulan data dilakukan oleh pedagang secara manual dalam bentuk data harian. Selanjutnya, data dikonversi ke dalam bentuk data spasial dan diintegrasikan untuk mengidentifikasi titik-titik lokasi dengan riwayat penjualan yang tinggi (hotspot penjualan). Dengan menggunakan teknologi GeoIntelligence, hotspot penjualan yang telah teridentifikasi dianalisis dengan beberapa alternatif rute penjualan. Variasi rute tersebut digunakan untuk menganalisis kriteria area penjualan, mengevaluasi rute yang kurang optimal, serta menghasilkan rekomendasi rute penjualan yang lebih efektif dengan hotspot penjualan yang potensial.

Gambar Hasil Analisis dan Rekomendasi Rute Penjualan Hawker
Gambar Hasil Analisis dan Rekomendasi Rute Penjualan Hawker

Hasil uji coba menunjukkan bahwa rekomendasi rute ini membantu pedagang dalam merekam lokasi pembeli, mengenali jalur penjualan yang lebih efektif, dan membuka peluang untuk diterapkan pada pedagang lain dengan karakteristik yang serupa.

Referensi

1. Akmal Fikri Setiaji, dkk. (2023). Motivasi Semangat Pedagang Kaki Lima: Bungkus Atas Dilema Tantangan pada Realitas Diri. Jurnal Multidisplin Indonesia. 2 (4). 811-812

2. Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah (Diskominfo Jateng). (2018). Targetkan 40% PKL Dibiayai Perbankan. Link: https://jatengprov.go.id/publik/targetkan-40-pkl-dibiayai-perbankan/. Diakses: 17 Maret 2026

3. R. Widjajanti, dkk. (2019). Mapping of Space Compatibility for Street Vendors in Urban Public Space, Taman Tirto Agung, Banyumanik, Semarang. IOP Conf. Ser.: Earth and Environ. Sci. 313 012017.

4. Rifky Ega Ardina, dkk. (2024). Strategi Ekonomi Pedagang Kaki Lima dalam Menghadapi Arus Pasar untuk Bertahan Hidup. Jurnal Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis. 4(2). 612-613

5. United Nations Conference on Trade and Development. ASEAN Investment Report 2022. (2022). ISSN 2963-279X. 61-62


Discover articles and tutorials to help you build better

  • Ilustrasi untuk Bromo Mountain Fire

    Bromo Mountain Fire

    Gunung Bromo baru-baru ini menjadi sorotan karena kondisinya kembali menghijau pasca kebakaran yang terjadi pada bulan September lalu. Kebakaran sebelumnya dipicu oleh flare saat sesi foto pre-wedding, namun ternyata bukan kali pertama kebakaran terjadi di kawasan tersebut pada tahun 2023. Data menunjukkan bahwa Karhutla di Indonesia sangat sering terjadi dan menimbulkan dampak signifikan bagi lingkungan. Teknologi satelit penginderaan jauh membantu memantau dinamika vegetasi, yang menunjukkan adanya proses regenerasi alami di area terdampak kebakaran.

  • Ilustrasi untuk Tambang Timah Ilegal: Korupsi dan Kerusakan Lingkungan di Pulau Bangka

    Tambang Timah Ilegal: Korupsi dan Kerusakan Lingkungan di Pulau Bangka

    Pulau Bangka, penghasil timah terbesar di Indonesia, menghadapi ancaman serius dari tambang timah ilegal yang merugikan negara hingga Rp 271 triliun.Analisis citra satelit menunjukkan bahwa 75, 85% area tambang di Pulau Bangka beroperasi tanpa izin resmi, menyebabkan kerusakan vegetasi seluas 1.253, 36 km², konflik lahan dengan perkebunan kelapa sawit, dan pencemaran lingkungan.Aktivitas ilegal ini mencerminkan lemahnya pengawasan serta celah dalam penegakan hukum, dengan banyak tambang dibiarkan terbengkalai tanpa pemulihan lahan pascatambang.Penggunaan teknologi pemantauan berbasis citra satelit menjadi solusi untuk memonitor aktivitas tambang ilegal dan mendorong penegakan hukum yang lebih ketat.

  • Ilustrasi untuk Krisis Sampah Plastik Sungai Citarum

    Krisis Sampah Plastik Sungai Citarum

    Sungai Citarum kembali menjadi sorotan setelah meluapnya sampah plastik, yang dijuluki sebagai "The New Ocean Rubbish," meskipun program Citarum Harum telah berjalan. Upaya pembersihan jangka pendek dengan bantuan alat berat dan ratusan personel berhasil mengurangi sebaran sampah, namun perilaku masyarakat yang membuang sampah ke sungai membuat masalah ini terus berulang. Analisis satelit Sentinel-2 oleh GISACT menunjukkan pola pergerakan sampah plastik yang mengikuti aliran sungai dan fluktuasi jumlah akibat aksi pembersihan. Solusi jangka panjang memerlukan edukasi masyarakat, penegakan hukum yang tegas, serta inovasi dalam pengelolaan dan daur ulang sampah plastik.

  • Ilustrasi untuk Distribusi Stunting pada Balita dan Sekolah Prioritas Makan Bergizi Gratis

    Distribusi Stunting pada Balita dan Sekolah Prioritas Makan Bergizi Gratis

    Program Makan Bergizi Gratis(MBG) bertujuan meningkatkan kehadiran siswa, menurunkan angka stunting, dan menciptakan generasi sehat serta produktif dengan menyasar 82, 9 juta penerima.Meski potensial, program ini menghadapi kendala anggaran besar yang diprediksi mencapai Rp 460 triliun per tahun, sehingga implementasinya dilakukan bertahap hingga 2029. Menggunakan model berbasis AI dan data spasial, lokasi prioritas stunting dan sekolah yang membutuhkan intervensi berhasil diidentifikasi, dengan 4.916 sekolah prioritas sangat tinggi.Pendekatan inovatif ini mendukung kebijakan yang lebih tepat sasaran, diharapkan mampu menurunkan angka stunting dan membangun fondasi sumber daya manusia unggul di Indonesia.